KARIMATAMEDIA, SITUBONDO – Angin kencang disertai gelombang tinggi kembali menghambat aktivitas pelayaran penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju sejumlah wilayah di Madura. Kondisi cuaca ekstrem tersebut membuat keberangkatan kapal feri rute Jangkar–Sumenep ditunda sementara demi keselamatan pelayaran.
Penundaan pelayaran dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, berdasarkan peringatan cuaca dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Aktivitas pelayaran rute Situbondo–Madura ditangguhkan mulai 21 hingga 24 Januari 2026.
Kepala UPP Kelas III Sapeken, Herman Eko Yulianto, S.H., M.Hum membenarkan penundaan tersebut, termasuk untuk pelayaran menuju wilayah Sumenep dan kepulauan.
“Benar, pelayaran dari Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju Madura, termasuk Sumenep, kami lakukan penundaan karena kondisi cuaca yang belum aman,” ujarnya saat On Air di Radio Karimata Dinamika Madura, Rabu (21/01/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan update terbaru dari BMKG, gelombang tinggi di perairan Sapeken, mulai dari Utara dan Selatan Sapudi, Utara dan Selatan Kangean, hingga perairan Timur dan Selatan Kangean, mencapai 1,5 hingga 2 meter. Bahkan, untuk wilayah Kangean Timur diprediksi meningkat hingga 2 sampai 3 meter.
“Dengan kondisi tersebut, kami sudah mengeluarkan pemberitahuan kewaspadaan kepada masyarakat, nelayan, serta kapal-kapal pelayanan rakyat untuk menunda keberangkatan hingga cuaca kembali normal,” tegasnya.
Menurutnya, pemberitahuan kewaspadaan telah dikeluarkan sejak 20 Januari dan berlaku efektif mulai hari ini. Jika cuaca masih dinilai tidak kondusif, penundaan pelayaran dimungkinkan akan diperpanjang.
“Terakhir kapal perintis yang beroperasi adalah Sabuk Nusantara 91 dengan rute Kalianget–Kangean–Sapeken–Banyuwangi. Setelah itu, seluruh rute sementara kami tunda,” jelasnya.
Herman menambahkan, penundaan juga telah dilakukan lebih awal untuk beberapa rute, termasuk dari Pelabuhan Kalianget sejak Selasa (20/1/2026). Bahkan, kapal cepat Express Bahari telah lebih dulu mengumumkan penundaan sejak Minggu (18/01/2026) lalu.
“BMKG sempat memprediksi cuaca normal pada 17 hingga 19 Januari sehingga pelayaran dibuka kembali. Namun untuk periode 21 hingga 25 Januari, cuaca kembali kurang kondusif, sehingga penundaan harus diberlakukan lagi,” pungkasnya.
Pihak UPP Sapeken mengimbau masyarakat untuk menunda rencana pelayaran hingga kondisi cuaca benar-benar aman dan akan kembali mengumumkan pembukaan pelayaran jika BMKG menyatakan cuaca telah normal. (Lumi/May)
Karimata Media Dinamika Madura