Aktivitas salah seorang warga saat memberi pakan ternak sapi (Ist-Karimatamedia)

Harga Sapi Turun di Pasar Keppo, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pedagang sapi asal Sumenep mengeluhkan anjloknya harga sapi di Pasar Keppo, Kabupaten Pamekasan. Penurunan harga terjadi karena banyak warga memilih menunda pembelian sapi lantaran khawatir ternaknya terserang penyakit yang kembali marak di musim penghujan.

Salah seorang pedagang sapi, Moaman, menyampaikan bahwa kondisi tersebut sangat berdampak pada aktivitas jual beli. Menurutnya, sapi yang sebelumnya dibeli dengan harga cukup tinggi kini sulit dijual kembali dengan harga yang layak.

“Sapi ini awalnya saya beli enam juta rupiah, tapi sekarang pas dijual malah ditawar lima juta. Pembeli banyak yang takut karena katanya sapi lagi banyak yang sakit,” ujarnya kepada Karimata Media, Rabu (21/01/2026).

Baca Juga:  Jalan Licin, Truk dan Pick Up Adu Moncong di Pegantenan Pamekasan

Ia menjelaskan, kekhawatiran masyarakat muncul seiring maraknya kembali penyakit ternak sapi di musim hujan, sehingga minat beli menurun drastis meski kondisi sapi dinilai masih layak jual.

Selain itu, pendengar Karimata Pak Lukman, juga mengabarkan adanya dampak serius dari penyakit ternak tersebut. Ia menyebut sudah ada sapi milik warga Sumenep yang mati akibat terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Sudah ada satu sapi warga Sumenep yang mati karena PMK. Sekarang banyak sapi yang sakit dengan keluhan macam-macam, jadi wajar kalau warga takut beli,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pengawasan Industri Tembakau Diperketat, 25 Mesin Rokok Resmi Teregistrasi

Kondisi ini, membuat para pedagang berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait agar penyakit ternak dapat dikendalikan dan kepercayaan masyarakat untuk kembali membeli sapi bisa pulih. 

Sementara, Kepala Bidang Peternakan dan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Slamet Budiharsono mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau mendatangkan sapi dari luar daerah. (Lumi/Suk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *