KARIMATA MEDIA, SUMENEP – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sapeken mengimbau seluruh pelaku pelayaran dan masyarakat pengguna angkutan laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di perairan Kangean dan Sapeken. Imbauan ini dikeluarkan menyusul prakiraan BMKG yang menyebutkan adanya potensi kenaikan tinggi gelombang dan kecepatan angin pada 10 hingga 14 Januari 2026.
Kepala Kantor UPP Kelas III Sapeken, Herman Eko Yulianto, menyampaikan bahwa kondisi perairan tersebut dinilai tidak aman untuk kegiatan pelayaran dan berisiko terhadap keselamatan kapal, terutama kapal nelayan, kapal pelra, serta kapal rakyat.
Dalam surat pemberitahuannya, UPP Sapeken menegaskan, dimungkinkan terjadi potensi kenaikan tinggi gelombang dan kecepatan angin di wilayah perairan yang tidak aman untuk dilakukan kegiatan pelayaran.
UPP Sapeken juga mengimbau agar kapal nelayan dan kapal pelra menunda keberangkatan.
“Bagi kapal nelayan dan kapal pelra agar menunda keberangkatan kapalnya sampai kondisi cuaca perairan dirasa aman untuk dilakukan kembali pelayaran,” demikian isi surat tersebut yang diterima Karimata Media, Sabtu (10/01/2026)
Selain itu, nakhoda dan operator kapal diminta rutin memperbarui informasi cuaca serta memastikan keselamatan pelayaran. Kapal-kapal yang tetap melanjutkan pelayarannya memastikan sudah memenuhi semua persyaratan keselamatan, serta tetap memantau kondisi cuaca pelayaran terutama dua jam sebelum keberangkatan dan selama melakukan kegiatan pelayaran.
UPP Sapeken juga meminta agar setiap perubahan cuaca ekstrem segera dilaporkan.
“Apabila terjadi peningkatan kondisi cuaca pelayaran saat melakukan kegiatan kepada syahbandar terdekat dan kapal-kapal lainnya,” tulis UPP Sapeken dalam pemberitahuan resminya.(Sukri/Ayg)
Karimata Media Dinamika Madura