KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dijadikan momentum refleksi untuk memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaulat. Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan, Khoirul Anam, sejalan dengan tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, dan Bangsa Kuat.”
Menurut Anam, tema tersebut memuat tiga variabel utama yang saling berkaitan. Variabel pertama adalah Pers Sehat, yang dalam konteks Pamekasan menunjukkan perkembangan positif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Ia menilai, iklim jurnalisme di Pamekasan kini semakin membaik dan lebih profesional.
“Jika kita tarik ke belakang, sebelum HPN 2023 Pamekasan sempat tercoreng oleh kasus oknum yang mengaku wartawan dan melakukan pemerasan. Namun Alhamdulillah, dalam dua tahun terakhir peristiwa semacam itu tidak terjadi lagi,” ujar Anam.
Ia menyebut, tidak adanya lagi praktik pemerasan oleh oknum wartawan menjadi salah satu indikator membaiknya iklim pers di Pamekasan. Meski demikian, Anam mengakui masih ada tantangan lain, seperti kasus penghalang-halangan kerja jurnalistik yang sempat menimpa seorang jurnalis televisi saat liputan di kawasan Arek Lancor dan berujung ke ranah hukum.
Di tengah dinamika tersebut, Anam menilai pers di Pamekasan tumbuh cukup dinamis. Saat ini tercatat ada 11 organisasi wartawan yang aktif, baik organisasi konstituen Dewan Pers maupun organisasi lokal, yang dinilai berkontribusi besar dalam penguatan profesionalisme jurnalis di daerah.
Variabel kedua yang menjadi sorotan adalah Ekonomi Berdaulat. Anam menilai, masih banyak media di Madura, termasuk Pamekasan, yang dikelola dengan pola one person one media. Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada lemahnya proses verifikasi dan kualitas karya jurnalistik.
“Idealnya, satu media dikelola dengan struktur yang jelas. Ada yang bertugas mencari berita, menyunting, dan mengelola manajemen. Jika tata kelolanya baik, maka ekonomi pegiat pers akan lebih berdaulat dan independensi bisa terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, variabel ketiga, Bangsa Kuat, berkaitan erat dengan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi. Anam menekankan pentingnya fungsi kontrol sosial yang konstruktif agar jalannya pemerintahan dan pembangunan tetap berada di jalur yang tepat.
“Ketika persnya sehat dan ekonominya berdaulat, informasi yang disampaikan kepada masyarakat akan akurat, berimbang, dan mengedukasi. Masyarakat yang cerdas adalah fondasi bangsa yang kuat,” katanya.
Anam menambahkan, jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga penjaga marwah profesi dan pendorong kemajuan bangsa, dimulai dari daerah seperti Kabupaten Pamekasan.
Melalui momentum HPN 2026, PWI Pamekasan berharap ke depan media-media lokal semakin profesional dalam tata kelola, mandiri secara ekonomi, serta konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang sehat, mencerdaskan, dan berdampak positif bagi masyarakat di Bumi Gerbang Salam. (Fauzi/bb)
Karimata Media Dinamika Madura