KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Madura yang diperkirakan terjadi pada periode 31 Januari hingga 3 Februari 2026. Tinggi gelombang berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Berdasarkan keterangan tertulis BMKG yang diterima Karimata Media, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Masalembu, Perairan Utara Sampang, Perairan Utara Pamekasan, Perairan Sumenep bagian utara, Perairan Kepulauan Kangean bagian utara, serta Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Selain itu, BMKG juga mencatat adanya potensi gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter yang dapat berdampak serius terhadap keselamatan pelayaran, khususnya di perairan terbuka dan jalur pelayaran antarpulau.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap perahu nelayan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Risiko juga meningkat bagi kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, serta bagi kapal ferry saat kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas pelayaran bila cuaca memburuk, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim dari sumber resmi. (Sukri/Ayg)
Karimata Media Dinamika Madura