Komisi IV DPRD, Dinsos, dan BPBD Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak Longsor di Sana Daja Terpenuhi

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan bersama Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, terpenuhi. Kepastian itu disampaikan saat penyaluran bantuan bahan pokok kepada warga terdampak, Selasa (20/01/2026).

Langkah tersebut dilakukan menyusul peristiwa tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu dan menyebabkan puluhan warga harus mengungsi. Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Abd. Rosyid Ansori, mengatakan pihaknya berupaya memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi, baik untuk kebutuhan mendesak maupun langkah penanganan jangka panjang.

Baca Juga:  Dari Informasi Warga, Dua Pria Ditangkap Saat Konsumsi Sabu di Bilik Rumah

“Sehubungan dengan terjadinya longsor di Desa Sana Daja yang telah mengakibatkan 47 masyarakat terdampak dan harus mengungsi, Komisi IV DPRD Pamekasan tentu berkolaborasi dengan dinas mitra untuk turun langsung melakukan mitigasi, sekaligus mencari solusi agar kebutuhan warga terdampak ini dapat terpenuhi, termasuk upaya jangka panjangnya,” ujar Rosyid kepada Gatekeeper Karimata.

Ia menambahkan, hingga saat ini bantuan kebutuhan dasar terus berdatangan dari berbagai pihak, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan, BPBD, dan Dinas Sosial.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, kondisi tanah di Desa Sana Daja masih labil dan belum memungkinkan untuk ditempati kembali oleh warga.

Baca Juga:  KNPI Pamekasan Resmi Dilantik, Tekad Kuatkan Peran Pemuda di Momentum Sumpah Pemuda

Rosyid menyampaikan, saat ini para kepala dusun setempat tengah berupaya mencari lokasi tanah baru yang aman untuk relokasi warga terdampak, yang nantinya direncanakan akan dibangun permukiman dengan konsep Taniyan Lanjhang.

“Memang kondisi tanah yang lama tidak dimungkinkan untuk ditempati kembali. Karena itu, masing-masing kepala dusun sedang berupaya mencari lokasi tanah baru yang nantinya bisa ditempati dan dibangun rumah dengan konsep Taniyan Lanjhang. Harapan kami, solusi ini bisa memberikan rasa aman dan kepastian bagi warga,” pungkasnya. (Maya/Suk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *