Foto: Petugas Kepolisian Saat Berada di TKP. (Ist-Karimata)

Lima Hari Tak Keluar Kamar, Warga Pajagalan Sumenep Ditemukan Meninggal

KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Warga Jalan Trunojoyo Gang I RT 001 RW 001 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, digegerkan dengan adanya penemuan warga yang meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, Selasa (24/02/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto melalui Kompol Widiarti Setyoningtyas Plt Kasi Humas Polres Sumenep, menyampaikan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan tersebut. Ia memastikan jajaran langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.

“Kami langsung memerintahkan jajaran untuk mendatangi dan mengamankan TKP serta melakukan langkah-langkah penyelidikan sesuai prosedur,” ujarnya.

Peristiwa itu bermula ketika Sirriyani, adik korban yang tengah dalam kondisi sakit stroke, meminta bantuan tetangganya, Siyama, untuk mengecek keberadaan korban. Pasalnya, korban diketahui sudah sekitar lima hari tidak pernah keluar dari kamar.

Baca Juga:  Warga Dasuk Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kandang Sapi

“Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia dan mengeluarkan bau tidak sedap. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat yang selanjutnya meneruskan informasi kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Sumenep Kota yang dipimpin Kapolsek Sumenep Kota AKP Maliyanto Effendi, S.H., M.H. bersama tiga anggota segera mendatangi lokasi kejadian. Turut hadir anggota Sat Reskrim dan Sat Sabhara Polres Sumenep, pihak ambulans RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, serta perangkat Kelurahan Pajagalan.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Makan Bareng Siswa, Pastikan Program MBG Aman dan Lancar

“Korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, mereka tidak berkenan dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga telah menerima dan mengikhlaskan peristiwa tersebut sebagai takdir Tuhan serta menyatakan tidak terdapat unsur kesengajaan dari pihak manapun.

“Meski pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi, kami tetap memastikan bahwa peristiwa ini tidak mengandung unsur tindak pidana,” ucapnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui adanya kejadian serupa, sehingga dapat segera ditangani secara cepat dan profesional oleh pihak kepolisian. (Bam/Lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *