|| 1 September Hari Buruh & Hari Polisi Wanita (Polwan) | 4 September: Hari Pelanggan Nasional | 8 September: Hari Aksara & Hari Pamong Praja | 9 September: Hari Olahraga Nasional | 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) & Hari Peringatan Serangan 11 September 2001 | 17 September: Hari Palang Merah Indonesia & Hari Perhubungan Nasional | 21 September: Hari Perdamaian Dunia | 24 September: Hari Tani | 26 September: Hari Statistik | 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) & Hari Pariwisata Sedunia ( 27 September 1980 ) | 28 September: Hari Kereta Api | 29 September: Hari Sarjana Nasional | 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 |||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan dan Bea Cukai Madura terus bersinergi untuk membangun industri rokok legal melalui KIHT (Kawasan Industri Hasil Tembakau) yang akan dibangun di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Ako Rako Kembaren, Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis, Bea Cukai Madura mengungkapkan bahwa pembangunan KIHT di Pamekasan sangat penting, sebab Pamekasan adalah sentra penghasil tembakau dengan kualitas bagus dan ada sebanyak 60 pabrik penghasil rokok.

Ia mengungkapkan ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan pelaku usaha industri rokok apabila bergabung dengan KIHT yakni adanya pelintingan bersama, disediakan mesin linting yang bisa dipakai bersama dan terintegrasi dengan laboratorium.

“Jika bergabung dengan KHIT, nanti tidak ada aturan luas pabrik rokok. Kalau pabrik rokok yang mengajukan izin itu minimal luasnya 200 M2, tapi kalau gabung di KIHT itu tidak dipersoalkan lagi. Selain itu, mendapat jangka waktu penundaan sampai 90 hari untuk membayar cukai, lahannya disediakan dan diatur oleh pengelola dan industri pendukungnya akan disediakan semua,” paparnya saat Talkshow di Dinamika Madura Radio Karimata pada Rabu (15/09/2021) pagi.

Sementara, Achmad Sjaifuddin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan mangatakan bahwa KIHT ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dikawasan tersebut.

“Kita ingin memfasilitasi para pengusaha rokok ilegal agar mereka bisa mengambangkan usahanya dengan legal,” tuturnya saat Talkshow di Dinamika Madura.

Pihaknya juga telah melaksanakan studi kelayakan mulai dari master plan, DED dan lingkungan, baru kemudian dari kontruksi fisik KIHT.

“Target tahun 2021 kita ingin menuntaskan dibidang perencanaannya dan membangun infrastruktur dasar. Sementara ditahun 2022 kita akan fokus membangun pabriknya,” tegasnya.

Pemkab menargetkan untuk membangun 5-10 pabrik rokok, namun tergantung pada peminat yang akan bergabung dengan KIHT. Sebab target KIHT ini adalah pelaku usaha rokok yang masih illegal.

Terkait persyaratan untuk bergabung di KIHT, Ako Rako menjelaskan bahwa harus memiliki Nomer Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) yang diurus di Kantor Bea Cukai.

“Kalau mau gabung di KIHT itu cukup memiliki NIB yang bisa diurus melalui aplikasi OSS sekarang,” pungkasnya.

Pihaknya menambahkan bahwa pelaku usaha harus mengurus ke kantor DPMPTSP terlebih dahulu untuk mengurus IUI (Izin Usaha Industri), izin Lingkungan, SIUP, izin HO dan izin lokasi. Jika sudah mendapatkan semuanya, kemudian buka aplikasi OSS untuk mendapatkan NIB.

“Dengan NIB nanti akan diterbitkan NPPBKC nya,” tambahnya.

Pemkab Pamekasan berharap dengan adanya KIHT ini nantinya para pelaku rokok yang semuala ilegal bisa menjadi legal dan mengembangkan usahanya dengan mudah. (Fitri/Pnc)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 174 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432