images/banners/LOGO%20KARIMATA%20NEW%20-%20PUTIH.png#joomlaImage://local-images/banners/LOGO KARIMATA NEW - PUTIH.png?width=7000&height=2500    |    3 Januari : Hari Lahir Kementerian Agama     |    5 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)     |    10 Januari : Hari Tritura & Hari Gerakan Satu Juta Pohon     |    15 Januari : Hari Dharma Samudra     |    25 Januari : Hari Gizi Nasional     |    31 Januari : Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU)    images/banners/LOGO%20KARIMATA%20NEW%20-%20PUTIH.png#joomlaImage://local-images/banners/LOGO KARIMATA NEW - PUTIH.png?width=7000&height=2500

Live Streaming Radio KARIMATA FM

OFF

Program Acara

Jam:   -  

Senin, 30 Januari 2023

Team Radio

Team Radio

Penulis : Sri Puji Lestari, Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Malang.

 

Kabupaten Pamekasan merupakan kota terkenal di Madura yang mempunyai banyak generasi maju dibidang akademik dan non akademik. Tentunya atas dukungan lingkungan yang sangat berpengaruh dalam menentukan minat dan bakat peserta didik. Seperti berasal dari sekolah yang maju, suasana belajar yang nyaman, pergaulan yang positif serta dukungan guru dan orang tua.

Gaya belajar merupakan cara yang konsisten yang dilakukan oleh siswa dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal pada proses pembelajaran. Gaya belajar seseorang dibagi menjadi tiga tipe, yakni visual (dengan cara melihat), auditori (dengan cara mendengar), dan kinestetik (metode belajar yang banyak melibatkan gerakan).

Menurut pengamatan penulis, bentuk gaya belajar yang banyak dimiliki siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah gaya belajar kinestetik. Karena mereka banyak mengembangkan potensinya dibidang non akademik. Gaya belajar kinestetik merupakan metode belajar yang banyak melibatkan gerakan. Tipe ini akan mudah mengingat informasi dengan langsung mempraktekannya dibandingkan hanya mendengarkan atau membaca teori. Siswa tersebut meningkatkan gaya belajarnya dengan cara mengembangkan bakat yang mereka miliki. Sehingga antara bakat siswa yang satu dan lainnya berbeda. Contohnya ada yang berbakat dibidang seni (menari, musik) dan olahraga (sepak bola, lari, volly, dan sebagainya).

Setiap sekolah SD  mengadakan perlombaan yang diadakan saat berakhirnya  ujian akhir semester seperti lomba dibidang seni maupun olahraga.  Banyak peserta didik yang berpartisipasi untuk mengikuti lomba sesuai bakat masing-masing. Dari lomba tersebut guru bisa mengetahui potensi peserta didik dari pemenang lomba. Potensi peserta didik yang menang akan dikembangkan dan diikutsertakan ke lomba antar kabupaten. Dan akan didukung oleh bapak Bupati Pamekasan untuk mengikuti lomba se Jawa Timur, Nasional bahkan Internasional serta mendapatkan penghargaan sesuai kejuaraan. Maka, siswa akan semakin semangat berlomba-lomba untuk  mengasah kemampuan yang lebih baik lagi sesuai bidangnya masing-masing.

Dalam hal ini,  penulis menyimpulkan gaya belajar yang banyak dimiliki siswa SD di Pamekasan yaitu gaya belajar kinestetik. Mereka menyenangi belajar dengan metode praktik. Siswa tersebut meningkatkan gaya belajar kinestetik  dengan cara mengembangkan potensinya dibidang non akademik.