|| 1 JULI : Hari Bhayangkara & Hari Buah | 5 JULI : Hari Bank Indonesia | 9 JULI : Hari Satelit Palapa | 12 JULI : Hari Koperasi | 22 JULI : Hari Kejaksaan | 23 JULI : Hari Anak Nasional | 23 JULI : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) | 29 JULI : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara | 31 JULI : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati  ||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN -  Kemeriahan HUT ke 71 Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedikit berkurang dengan tidak hadirnya sejumlah wartawan sebagai bagian aksi boikot yang digaungkan wartawan di Kediri serta di beberapa kota lainnya, termasuk di Pamekasan.

Meski tidak ada pernyataan tertulis atau secara terbuka terkait boikot tersebut, sehingga hanya sebagian wartawan harian di Pamekasan yang hadir dalam HUT ke 71 TNI di Halaman Bakorwil IV di jalan Slamet Riyadi Pamekasan, Rabu (05/10/2016) Pagi.

“Tidak ada aksi atau pernyataan secara tertulis, dan kami serahkan kepada kawan-kawan jurnalis dan medianya, jika HUT- TNI dianggap tidak menarik liputan atau sebagai protes terhadap tindakan kekerasan Jurnalis di Madiun, Namun secara tegas kami kecewa dan mengutuk tindakan oknum TNI tersebut. HUT ke 71 harusnya jadi reformasi TNI,” Papar Esa Arif Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) kepada Radio Karimata.

Hal senada disampaikan Abdul Azis Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan. Menurutnya apa yang dilakukan sebagian Jurnalis bagian dari solidaritas sekaligus sebagai sebuah warning atau alarm kepada semua pihak khususnya TNI terkait tindakan arogansi oknum TNI.

“ Seharusya di HUT ke 71 TNI ini sangat baik untuk menjadi Refleksi Institusi TNI, meski sebenarnya tindakan kekerasan itu dilakukan oleh oknum kita tidak bisa menyamaratakan, tapi TNI perlu membuktikan kesungguhannya untuk menegakkan hukum serta komitmen terhadap aturan, termasuk kepada anggota yang melanggar,” Ujar Azis saat dihubungi radio Karimata.

Sementara usai acara peringatan HUT ke 71 TNI di halaman Bakorwil IV Madura Pamekasan, Empat Komandan Kodim di Madura mengaku mendukung kebebasan Pers yang  bertanggungjawab.

Dandim 0826 Letkol Inf Nuryanto sebagai perwakilan Dandim, sangat mendukung kebebasan Pers namun dengan batasan yang diatur oleh Undang-undang.

“Kita dukung kebebasan Pers, Bebas tapi sopan, artinya kebebasan tersebut tentu mengacu kepada aturan hukum, nah terkait tindakan oknum TNI di Madiun kami tidak bisa berkomentar, tapi yang jelas segala bentuk pelanggaran tentu sudah menjadi perhatian pimpinan,” Tegasnya.

Letkol Inf Nuryanto berharap semua pihak tentu menghormati hukum dan TNI diusia ke 71 tahun akan terus bersama rakyat untuk membangun bangsa.

“Kami TNI tentu patuh kepada Sumpah Kami yaitu Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, sehingga tidak hanya kepada jurnalis tapi kepada seluruh masyarakat juga kita cintai dan hormati, jika ada oknum maka mohon tidak generalisir,” Pungkas Dandim 0826 Pamekasan usai foto bersama 4 Dandim plus DanTNI AL di Madura serta 4 Kapolres se Madura. Sebelumnya diberitakan, Salah satu Jurnalis tv di Madiun mendapat tindakan kekerasan dari oknum TNI dan diduga karena wartawan tersebut melaksanakan tugasnya merekam kejadian bentrok oknum TNI dengan Konvoi persatuan silat, Minggu 2 Oktober 2016 lalu.

Sementara Upacara HUT ke 71 TNI di Pamekasan dipimpin Bupati Pamekasan, serta hanya dimeriahkan dengan Drama Kolosal tentang perjuangan rakyat Madura yang digambarkan dengan kepemimpinan raja di Pamekasan dengan Tema “Pusaka Joko Piturun Kedigdayaan Ronggosukowati”. Acara tersebut diikuti oleh perwakilan TNI se Madura dan pelajar SMP-SMA di Pamekasan. (Hendra/Nst)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 137 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432