|| 1 JULI : Hari Bhayangkara & Hari Buah | 5 JULI : Hari Bank Indonesia | 9 JULI : Hari Satelit Palapa | 12 JULI : Hari Koperasi | 22 JULI : Hari Kejaksaan | 23 JULI : Hari Anak Nasional | 23 JULI : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) | 29 JULI : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara | 31 JULI : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati  ||||     

RADIO KARIMATA, SUMENEP - Benda misterius yang jatuh menggegerkan warga di Kabupaten Sumenep 26 September 2016 lalu, mulai sedikit ada titik terang. Meski sebelumnya sejumlah media secara sepihak memberitakan sebuah kabar menyesatkan dengan menyebut pesawat jatuh lengkap dengan foto kepulan asap dan lambang sebuah maskapai.

“Informasi awal memang dari masyarakat, namun disayangkan ada kabar dari orang yang tidak melihat kejadian dan lokasi, sehingga berita spekulasi disiarkan, wajar jika salah satu maskapai marah,” Ujar salah satu anggota kepolisian yang tak mau disebut namanya.

Sementara ketika radio karimata melihat lokasi, memang tidak ada api dan asap, justru kerusakan sebagian kandang ternak dan jatuh di ladang serta perairan. Saat ini barang bukti tersebut diamankan di Mapolres Sumenep dan tidak semua orang bisa mendekati barang tersebut. Diduga barang mirip tabung itu bagian dari roket, sebab dari hasil identifikasi sementara, pihak kepolisian dan petugas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), benda tersebut mengandung gas yang biasa digunakan roket. Pihak kepolisian menemukan nomor seri menggunakan alfabed dan angka.

Benda misterius tersebut jatuh di lima titik, tepatnya di Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Desa Bringsang Pulau Gili Genting, Kecamatan Gili Genting, dan Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Benda-benda yang diamankan tersebut, berupa tiga tabung silinder hitam, dan satu kotak hitam yang hangus terbakar mirip seperti radiator, dan terdapat 19 sumbu kabel mikro kontroler.

Sementara berdasar kumpulan data/foto yang dihimpun Tim Gatekeeper Radio Karimata dari berbagai sumber, benda misterius berbentuk drum atau tabung tersebut mirip tabung dari bahan bakar khusus. Menurut informasi di google foto atau gambar benda jatuh di Sumenep tersebut mirip dengan tabung gas Compressed Natural Gas (CNG), bila diartikan ke dalam bahasa indonesia berarti gas alam terkompresi. Jenis bahan bakar ini merupakan salah satu terobosan yang sangat efisien jika diamati dari segi ketersediaan bahan baku.

Pengertian CNG adalah jenis bahan bakar yang berasal dari gas alam yang terkompresi pada tekanan penyimpanan 200-240 bar dan dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti LPG, solar dan bensin. Bahan bakar ini dianggap lebih ramah lingkungan walaupun masih mengeluarkan sedikit CO2 sebagai hasil pembakarannya. Tabung yang terjatuh tersebut diduga sisa dari penggunaan bahan bakar gas alam yang mungkin digunakan di angkasa.

Dari keterangan keterangan AKBP Joseph Ananta Pinora, Kapolres Sumenep, pada lempengan benda tersebut polisi menemukan nomor seri yang menggunakan abjad alfabet, dan angka, sehingga dimungkinkan benda ini bukan milik cina, selanjutnya pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan ahli air craft dari Kementerian Perhubungan.

Sementara Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin kepada wartawan menegaskan bahwa benda tersebut bukan serpihan pesawat diduga benda itu adalah bagian dari puing-puing sampah luar angkasa atau aerospace waste.

Menurut Thomas, sepanjang hari kemarin ada dua kali kejadian perlintasan sampah luar angkasa yang melintas di atas wilayah pulau Madura. Yakni sampah bekas peluncur muatan satelit GPS yang diluncurkan 31 Maret 2003 silam.

Kemudian ada juga lintasan sampah luar angkasa bekas roket Falcon 9 yang diluncurkan ke angkasa beberapa bulan lalu. Merujuk dari keterangan masyarakat bahwa puing-puing itu jatuh sekitar pukul 09.30 Wib sampai 10.00 wib, dugaan kuat mengarah pada puing bekas roket Falcon 9 yang diproduksi oleh SpaceX.

SpaceX adalah perusahaan transportasi luar angkasa yang didirikan oleh Elon Musk dan berbasis di California, Amerika Serikat. ’’Dugaan mengarah pada Falcon 9 karena waktu melintasnya sesuai dengan kesaksian warga. Saya sedang mencari data rinci puing Falcon 9 yang jatuh itu,’’ jelasnya.

Sementara itu waktu melintasnya sampah angkasa bekas peluncur muatan satelit GPS terjadi pada pukul 06.27. Thomas menjelaskan peluncuran roket Falcon pada 1 September lalu sempat gagal karena terbakar. Namun perusahaan SpaceX sudah berkali-kali meluncurkan roket Falcon 9 sepanjang tahun ini.

Sejumlah literatur menyebutkan sepanjang 50 tahun terakhir jumlah sampak luar angkasa mencapai 100 juta unit. Mulai dari ukuran kecil sampai yang besar.

Thomas menyatakan sampah yang jatuh di Madura adalah tingkat dua dari roket Falcon 9. Roket Falcon 9 itu diluncurkan pada 14 Agustus 2016. Roket ini membawa satelit JCSAT 16. Dia menjelaskan tingkat kedua roket itu berhasil sampai orbit transfer di ketinggian 34 ribu km dari bumi.

Thomas menjelaskan roket ini menggunakan bahan bakar cair. Jadi yang terjatuh di Madura itu adalah tabung bahan bakarnya. Tabung bahan bakar roket itu terbuat dari komposit serat karbon. (Hendra/Nst)

 

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 145 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432