|| 1 Desember: Hari AIDS Sedunia  | 4 Desember: Hari Artileri | 9 Desember: Hari Armada, Hari Anti Korupsi | 10 Desember: Hari Hak Asasi Manusia | 12 Desember: Hari Transmigrasi | 13 Desember: Hari Nusantara | 15 Desember: Hari Infanteri | 19 Desember: Hari Bela Negara | 20 Desember: Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional | 22 Desember: Hari Ibu Nasional & Hari Sosial & Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) | 25 Desember: Hari Natal |||||||||||     

RADIO KARIMATA, SUMENEP - Sosialisasi ketentuan di bidang Cukai yang dikemas dalam kegiatan penyampaian informasi ketentuan perundang-undangan di bidang Cukai pada masyarakat dan pemangku kepentingan di Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2020 berlangsung pada Jumat (20/11/2020) pagi.

Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding Sumenep ini merupakan kerjasama antara pemerintah Kabupaten Sumenep dengan Kantor Pengawasan dan Pimpinan Bea Cukai Madura.

Kabag Perekonomian Sumenep Ach. Laili Maulidi mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan agar ada peningkatan pemasukan cukai di Sumenep dan untuk meminimalisir adanya rokok illegal di wilayahnya.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan program yang wajib dilaksanakan. Untuk ditahun anggaran 2020 memang kami fokus di 9 kecamatan kepulauan dan ditambah 6 desa di kecamatan Ganding Sumenep,” jelasnya saat diwawancarai Jurnalis Radio Karimata di Sumenep.

Ia juga menjelaskan bahwa sosialisasi ini untuk menyadarkan masyarakat agar tidak mengkonsumsi rokok ilegal. Selain itu, para produsen rokok bisa sadar untuk mengurus izin dari perusahaan rokoknya sehingga akan menambah pendapatan Kabupaten Sumenep dari sektor cukai rokok.

“Harapannya dengan banyaknya para pengusaha rokok legal, maka akan mengurangi para konsumen atau pengedar rokok illegal. Karena Jawa timur menjadi zona merah dalam tingkat peredaran rokok illegal, termasuk Kabupaten Sumenep,” tambahnya.

Selain itu Tesar Pratama selaku JFPBC Ahli Pertama Kantor Bea Cukai Madura juga menegaskan bahwa kegiatan sosiliasasi ini bentuk kerja sama Kabupaten Sumenep dan Bea Cukai Madura yang wajib dilakukan sesuai Permenkeu Nomor 7/PMK.07/2020 untuk memberikan edukasi tentang cukai.

Ia juga mengatakan bahwa manfaat dari hasil cukai ini nantinya akan dipakai untuk membantu masyarakat disektor kesehatan.

“Cukai sangat bermanfaat untuk masyarakat, salah satunya dari dana bagi hasil cukai, yang salah satunya minimal 50% dipakai untuk kesehatan,” pungkasnya saat On Air di Dinamika Madura Radio Karimata.

Rute pertama sosialisasi dilakukan di ada di Desa Rombiya Timur, sedangkan untuk rute kedua akan berlangsung di Desa Ketawang Garay, Kecamatan Ganding Sumenep.

Tesar juga menjelaskasn bahwa upaya lainnya yang dilakukan oleh Bea Cukai Madura untuk memberantas adanya peredaran rokok illegal selain dengan melakukan sosialisasi, juga melakukan penindakan tegas lainnya.

“Penindakan kami lakukan di tempat produksi rokok illegal, dijalur distribusi rokok illegal dan ditoko-toko kelontong yang ada rokok ilegalnya,” tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa sanksi hukum bagi orang yang bekerja di rokok illegal, baik itu yang menawarkan atau menjual rokok yang tidak dilekati pita cukai akan dikenakan Pasal Pidana minimal 1–5 tahun dengan denda minimal 2-10 kali nilai cukai. (Fitri/Mel)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 60 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432