|| 1 Maret: Hari Kehakiman Nasional & Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta | 6 Maret: Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) | 8 Maret: Hari Wanita/Perempuan Internasional | 9 Maret: Hari Musik Nasional | 10 Maret: Hari Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) | 11 Maret: Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) | 15 Maret: Hari Hak Konsumen Sedunia (Internasional) | 17 Maret: Hari Perawat Nasional | 18 Maret: Hari Arsitektur Indonesia | 20 Maret: Hari Dongeng Sedunia (Internasional) | 21 Maret: Hari Puisi Sedunia (Internasional) - Hari Hutan Sedunia (Internasional) - Hari Sindrom Down (Internasional) | 22 Maret: Hari air sedunia (Internasional) | 23 Maret: Hari Meteorologi Sedunia (Internasional) | 24 Maret: Hari Peringatan Bandung Lautan Api & Hari Tuberkulosis Sedunia (Internasional) | 27 Maret: Hari Klub Wanita Internasional (bahasa Inggris: Women International Club Day - WIC) | 29 Maret: Hari Filateli Indonesia | 30 Maret: Hari Film Nasional  | ||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - Setiap musim penghujan, beberapa titik lokasi di perkotaan Pamekasan banjir. Kondisi itu sering terjadi di beberapa wilayah, seperti di Jl. Brawijaya, Jl. Patemon, Jl. Nyalabuh Permai. Namun akibat hujan deras kurang lebih 3 jam lamanya yang mengguyur Kabupaten Pamekasan sejak Sabtu (22/02/2020) sore membuat sebagian besar ruas perkotaan di Kabupaten Pamekasan tergenang banjir.

Kondisi terparah sempat menggenangi SMP Negeri 1 Pamekasan, air mencapai 80 cm. Selain itu banjir juga terlihat di Jl. Bhayangkara Pamekasan dengan ketinggian menacapai kurang lebih 60 - 70 cm. Di lokasi lain kondisi banjir juga terjadi, seperti Jl. Laden, Jl. Jalmak, Jl. Teja, Jl. Raya Desa Lemper, maupun di Jl. Kangengan, Pamekasan.

Seperti yang dikabarkan Pendengar Radio Karimata, Alfath warga Jl. Bhayangkara Pamekasan, dimana air semakin meninggi sejak dini hari. Sedangkan Teguh, warga Jl. Segara Pamekasan mengaku ini merupakan banjir terparah sejak beberapa tahun terakhir. Menurutnya, tahun lalu pemerintah setempat mencanangkan pembuatan gorong – gorong namun belum terealisasi hingga saat ini,

Sementara Amin Jabir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pamekasan meluruskan factor terjadinya banjir parah di Kabupaten Pamekasan kali ini. Menurutnya, sampah yang dibuang ke sungai secara sembarangan oleh warga bukan menjadi satu – satunya penyebab banjir.

“Kalau ada banjir atau genangan, sampah di sungai itu hanya menyumbang 10%nya saja, sisanya dikarenakan system saluran air yang tidak bagus,” ujarnya saat onair di Dinamika Madura Radio Karimata.

Sehingga menurutnya, sangat diperlukan adanya normalisasi saluran air ataupun drainase. Seperti banjir yang terjadi di Jl. Trunojoyo Pamekasan. Air kali jombang meluap hingga  menutup jalur Sampang – Pamekasan. Tidak hanya normalisasi saluran air, menurutnya pemerintah perlu melakukan rekonstruksi, dan redimensi saluran air agar tidak terjadi hal yang sama ditahun yang akan datang.

"Selama 16 tahun menjadi pejabat, ini kali pertama saya lihat banjir terparah di Pamekasan. Padahal biasanya Jl. Trunojoyo Pamekasan tidak pernah terendam banjir," katanya.

Disatu sisi, Raja’e Wakil Bupati Pamekasan yang melakukan pemantauan sejak Sabtu malam mengaku akan melakukan evaluasi bersama Bupati dan instansi terkait. Dimana menurutnya banjir yang terjadi hingga Minggu pagi ini merupakan banjir kiriman akibat pasangnya air laut.

“Saat ini Pemkab juga masih melakukan pendataan nanti kita cek kerusakannya. Tapi untuk sementara nanti kita bagikan sembako untuk korban yang rumahnya terendam banjir,” katanya saat on air di Dinamika Madura. (Inest/Hen)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 106 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432