|| 1 Desember: Hari AIDS Sedunia  | 4 Desember: Hari Artileri | 9 Desember: Hari Armada, Hari Anti Korupsi | 10 Desember: Hari Hak Asasi Manusia | 12 Desember: Hari Transmigrasi | 13 Desember: Hari Nusantara | 15 Desember: Hari Infanteri | 19 Desember: Hari Bela Negara | 20 Desember: Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional | 22 Desember: Hari Ibu Nasional & Hari Sosial & Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) | 25 Desember: Hari Natal |||||||||||     

RADIO KARIMATA, Pamekasan - Polisi akhirnya menangkap dua dari tiga pelaku pencurian mobil All New Honda Accord L 412 AZ milik dr. Iri Agus Subaidi yang dicuri pelaku dari halaman rumah pemiliknya pada minggu 6 Maret 2016 lalu.

Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha melalui Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Sahrawi bilang dugaan pertama polisi mencurigai WAS salah satu tukang yang bekerja di RS Larasati asal Desa Prenduan Kec. Pragaan, Sumenep.

Sebab berdasarkan pemeriksaan petugas yang bersangkutan terlihat kebingungan. Setelah di lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berdasarkan rekaman CCTV yang ada, WAS tidak bisa berkutik saat ditangkap di rumah korban dan diduga bersekongkol dengan dua pelaku lainnya yang berada di luar RS Larasati, masing- masing FUR yang mengganti plat nomer kendaraan itu menjadi DK 1001 FU, dan membawa mobil dari lokasi pertama.

“Benar kita sudah menangkap dua tersangka yang salah satunya ternyata tukang cat di rumah korban, sementara satu lagi kawannya inisial FUR bertugas membawa mobil keluar dari TKP dan mengganti plat nomernya,” ujar Kasat Reskrim AKP Sahrawi kepada Radio Karimata Senin sore.

Tersangka WAS akhirnya diminta menunjukkan kediaman tersangka FUR, namun karena mencoba melarikan diri, Polisi menembak kaki tersangka. Catatan kepolisian dari hasil rekaman CCTV, mobil dikeluarkan dengan biasa saja seolah tidak terjadi pencurian, kunci mobil diserahkan tersangka WAS kepada FUR kemudian bergerak kearah timur dari Jalan Mandilaras Pamekasan. Kemudian mobil tersebut berganti nomor polisi.

Reporter Hendra Zulkarnain melaporkan bahwa satu tersangka berinisial MUH adalah sebagai penadah, atau pihak yang akan memasarkan mobil curian itu, namun sampai saat ini masih belum tertangkap. Sementara satu pelaku lagi diakui sebagai Spionase Polisi atau Intel Polisi diperkirakan dari Polda Jatim yang berpura menjadi calon / seorang penyewa. Sementara sempat beredar kabar bahwa kedua pelaku sudah diincar polisi sejak Senin Subuh dan baru bisa digrebek pada senin siang.

Saat penangkapan di rumahnya di Prenduan, FUR tidak berkutik, karena mencoba melawan polisi dan sempat dihalangi oleh keluarga polisi menghadiahi timah panas terhadap FUR. Sementara kedua tersangka saling membantah terkait siapa otak kejahatan tersebut.

“Bukan saya pak yang mengambil, saya cuma menyarankan ke dia (FUR) karena dia butuh uang,” kata tersangka WAS saat di interogasi polisi di halaman Mapolres.

Hal yang sama juga disampaikan tersangka FUR. Menurutnya dia hanya diperintah WAS untuk membawa keluar mobil tersebut.

“Saya hanya diperintah sama WAS pak dan disuruh mencarikan orang yang mau menyewa atau membeli, sehingga dipasrahkan juga ke MUS (tsk Penadah),” Kata FUR dihadapan polisi.

Menurut Kasat Reskrim Sahrawi, atas tindakan tersebut kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara dan polisi masih melakukan pengembangan kasus curanmor dan curat tersebut.

“Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP pencurian dan pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara, sementara tersangka MUH sebagai penadah masih akan kita kejar karena kabar sudah bocor. Kita belum pasti akan mereka termasuk jaringan specialis curanmor atau Curat karena masih dikembangkan,” pungkasnya. (Hendra/nes)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 73 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432