|| Setiap Hari Senin Pertama Oktober: Hari Habitat | 1 Oktober: Hari Kesaktian Pancasila | 2 Oktober: Hari Batik Nasional | 5 Oktober: Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) | 10 Oktober: Hari Kesehatan Jiwa | 15 Oktober: Hari Hak Asasi Binatang | 16 Oktober: Hari Parlemen Indonesia & Hari Pangan Sedunia | 22 Oktober: Hari Santri Nasional | 24 Oktober: Hari Dokter Nasional & Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) | 27 Oktober: Hari Listrik Nasional | 28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda | 30 Oktober: Hari Keuangan |||||     

RADIO KARIMATA, SUMENEP – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah semakin dekat. KPU Sumenep mulai mempersiapkan segala tahapan yang akan dilakukan.

Rafiqi Tanziel, Komisioner KPU Sumenep, mengatakan, KPU Sumenep bersama dengan Bupati Sumenep, A. Busyo Karim telah melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada Pilkada 2020, Kamis (3/10/2019). Penandatanganan ini sebagai awal dari tahapan Pilkada Sumenep berjalan.

Dana untuk Pilkada 2020 yang disetujui setelah melalui proses panjang pembahasan antara Pemkab Sumenep dengan KPU Sumenep telah disepakati Rp. 60,7 M. Beberapa tahapan pasca penandatanganan NPHD sudah mulai dipersiapkan. Seperti, mempersiapkan Beauty Contest Bank sebagai penampung dana Pilkada.

“ Sesuai aturan, KPU tidak dapat menunjuk salah satu Bank untuk jadi penampung dana tersebut. Sehingga, akan dilakukan Beauty Contest dengan beberapa Bank paling akhir besok,” Ungkapnya saat Onair di Dinamika Madura Radio Karimata.

Setelah dilakukan Beauty Contest, maka akan dilakukan rapat pleno untuk menentukan satu Bank dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Sehingga  Bank terpilih bisa melakukan pencairan di masing-masing Kecamatan.

Mantan penyiar Radio Karimata ini menambahkan, KPU Sumenep memperbolehkan calon perseorangan untuk maju di Pilkada sebagai bagian kran dari Demokrasi. Sehingga tidak hanya pasangan calon partai politik yang ikut serta pada Pilkada nanti.

“ Untuk tahapan calon perseorangan pada tanggal 26 Oktober nanti, sesuai tahapan adalah penetapan jumlah minimum dukungan persyaratan dan persebaran pasangan calon perseorangan berdasarkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu pemilihan terakhir,” Tambahnya.

Mengacu pada UU 10/2016 tentang Pilkada, syarat dukungan calon perseorangan diambil dari jumlah DPT terakhir pemilu yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep.

Seperti diketahui, DPT pemilu 2019 Kabupaten Sumenep sebanyak 872.764 jiwa. DPT ini menjadi dasar awal  bagaimana mengetahui dari persentase calon perseorangan.

UU 10/2016 tentang Pilkada, disebutkan “ untuk masyarakat di suatu daerah sebanyak 500 - 1 Juta, maka dukungan harus 7,5 persen baru bisa mencalonkan”.

Dari DPT Kabupaten Sumenep, syarat dukungan minimal pasangan calon yang boleh mendaftar 65.457 dukungan dan harus tersebar minimal di 14 Kecamatan dari 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, baik daratan maupun kepulauan yang akan maju melewati jalur independen maupun perorangan.                                              

Aturan dalam Pilkada untuk calon partai politik, mengacu perolehan kursi di Parlemen atau minimal mempunyai kursi 20 persen. Namun apabila mengacu perolehan suara 25 persen di Parlemen. (Melli/Zyd)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 47 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432