|| 1 November: Hari Inovasi | 5 November: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional | 10 November: Hari Pahlawan & Hari Ganefo | 11 November: Hari Bangunan Indonesia | 12 November: Hari Ayah Nasional & Hari Kesehatan Nasional | 14 November: Hari Brigade Mobil (BRIMOB) & Hari Diabetes Sedunia | 21 November: Hari Pohon | 22 November: Hari Perhubungan Darat | 25 November: Hari Guru | 28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia | 29 November: Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - Gadis asal Pamekasan yang juga merupakan mahasiswi muda, Lailatul Qomariyah yang sempat viral karena telah meraih gelar Doktor di usia mudanya sangat menginspirasi pemuda/i lainnya, terutama di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Mahasiswi kelahiran Pamekasan, 16 Agustus 1992 tersebut berasal dari keluarga yang sederhana dan merupakan putri pertama dari pasangan suami istri Suningrat dan Rusmiati. Laila dibesarkan oleh kedua orang tuanya di Dusun Jinangkah, Desa Teja Timur, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan.

Laila, sapaan akrabnya, saat didatangi oleh tim berita Radio Karimata menceritakan tentang pahit manis kehidupan yang dijalani olehnya. Menurutnya, saat dia duduk di bangku SD setiap pagi diantar menggunakan becak. Sehingga teman-temannya mengira bahwa Laila merupakan anak orang kaya yang selalu berlangganan becak.

“Setiap pagi saya diantar menggunakan becak, teman-teman mengira saya anak orang kaya, padahal tukang becak itu bapak saya sendiri,” ungkapnya.

Sempat merasa minder ketika SMA karena berangkat ke sekolah menggunakan sepeda onthel yang dititipkan dirumah temannya yang dekat dengan SMAN 1 Pamekasan. Hal itu dilakukan karena dia merasa tidak sama dengan teman-teman lainnya yang menggunakan sepeda motor.

Setelah lulus SMA ditahun 2011, Laila melanjutkan pendidikan S1 di ITS Surabaya. Dengan berbekal impian ingin menjadi seorang Dosen Teknik Kimia di Kampus ITS Surabaya, Laila melanjutkan pendidikan S2, dan mendapat beasiswa menyelesaikan S3 di ITS Surabaya. 

"Alhamdulillah, saat kuliah saya mendapatkan beasiswa bidik misi. Dengan dana Rp. 600.000, saya bisa memenuhi semua kebutuhan walaupun saya harus menghemat pengeluaran," katanya saat diwawancarai tim berita Radio Karimata.

Satu hal yang membuat Laila merasa sedih, karena sosok seorang bibinya, Khorimah, yang selalu mensupport dirinya meninggal saat Laila menyusun disertasi. Saat itu, Laila meyelesaikan disertasinya tentang “Riset Silika Partikel” di Hiroshima University Jepang selama 6 bulan.

Menurut Laila, tidak ada yang membedakan dirinya dengan pemuda - pemudi lainnya. Dia juga menyukai menu masakan sayur bening ala ibunya. Dikatakan ibunya, sejak kecil Laila lebih senang belajar. Meski sedang bermain bersama temannya, Laila tak lupa untuk membawa buku dan bolpoin.

Bapak dan ibunya merasa bangga dengan kesuksesan anaknya. Hal itu tidak terlepas dari hasil kegigihan bapaknya dalam memperjuangkan nasib anaknya dengan mengayuh becak. (Dina/Hen)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 59 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432