|| 1 SEPTEMBER : Hari Buruh & Hari Polisi Wanita (Polwan) | 4 SEPTEMBER : Hari Pelanggan Nasional | 8 SEPTEMBER : Hari Aksara & Hari Pamong Praja | 9 SEPTEMBER : Hari Olahraga Nasional | 11 SEPTEMBER : Hari Radio Republik Indonesia (RRI) | 17 SEPTEMBER : Hari Palang Merah Indonesia & Hari Perhubungan Nasional | 21 SEPTEMBER : Hari Perdamaian Dunia | 24 SEPTEMBER : Hari Tani | 26 SEPTEMBER : Hari Statistik | 27 SEPTEMBER : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) & Hari Pariwisata Sedunia ( 27 September 1980 ) | 28 SEPTEMBER : Hari Kereta Api | 29 SEPTEMBER : Hari Sarjana Nasional | 30 SEPTEMBER : Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965  ||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN – Kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Pamekasan masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan.

Salahsatu persoalan yang terus diupayakan dituntaskan terkait proses pendaftaran melalui jalur tidak resmi sehingga kadang tidak mendapat perlindungan terhadap hak TKI saat bekerja di luar negeri.

“Ini menjadi PR berat tapi kami tidak pernah bosan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahkan sekarang sudah mudah dan murah, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak lewat jalur resmi,” ujar Mukhlison Kasubag Perencanaan yang didampingi, Arif Handayani kepala Disnakertrans Pamekasan, saat hadir di Job Fair 2019 di gedung Islamic Rabu (04/09/2019) siang.

Menurut Mukhlison, selama ini masyarakat masih menggunakan jalur illegal karena tidak ingin ruwet dan merasa paling cepat. Padahal resiko yang dialami lebih besar khususnya bagi TKI sendiri bahkan bagi keluarga yang di tanah air.

Tercatat di Disnakertran Pamekasan, selama 2019 sebanyak 16 TKI pulang karena meninggal dunia serta 1 orang sakit, namun haknya tak terpenuhi karena semuanya berangkat secara illegal atau tidak resmi.

Selain karena tergiur janji tekong, padahal jika terjadi persoalan seperti ditangkap petugas di luar negeri juga sulit mendapat perlindungan hokum, belum lagi misalkan ada kecelakaan kerja bahkan sampai meninggal dunia, kasihan keluarganya,” paparnya.

Meski banyak calon TKI banyak yang masih berpikir instan, namun Disnaker terus melakukan penyuluhan secara berkesinambungan dengan membentuk pendamping di wilayah kantong TKI.

“Pendamping penyuluh ini di 9 kecamatan di Pamekasan melakukan penyuluhan di beberapa kelompok masyarakat semisal Koloman, Kamrat, PKK dan poktan bahkan kami ke rumah warga rata-rata 12 rumah perhari door to door,” jelasnya.

Mukhlison menambahkan daerah kantong TKI terbanyak antara lain di kecamatan wilayah utara, seperti Kecatan, Proppo, Palengaan, Pegantenan, Pakong, Pasean, Batu Marmar dan Kecamatan Waru.

“Yang terbanyak TKI di Batu Marmar tapi kecamatan lain juga banyak sehingga sosialisasi secara berkesinambungan, jika perlu kami kerjasama dengan media radio,”pungkasnya. (Hendra)

 

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 52 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432