|| 5 AGUSTUS : Hari Dharma Wanita Nasional | 8 AGUSTUS : Hari Ulang Tahun ASEAN | 10 AGUSTUS : Hari Veteran Nasional & Hari Kebangkitan Teknologi Nasional | 12 AGUSTUS : Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) | 13 AGUSTUS : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api | 14 AGUSTUS : Hari Pramuka | 17 AGUSTUS : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945) | 18 AGUSTUS : Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945) | 19 AGUSTUS : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia | 21 AGUSTUS : Hari Maritim Nasional  ||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Madura, akhirnya memvonis terdakwa Idris warga Desa Tamberu Laok Kec. Sokobana Sampang dengan hukuman penjara seumur hidup, Selasa (02/04/2019) Siang.

Terpidana Idris bin Misnadin (32) divonis sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Akibat tindakan pembunuhan terhadap korban Alm.Subaidi anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tamberu Timur Kec. Sokobanah Sampang 21 November 2018 lalu.

Dalam sidang terakhir dengan agenda pembacaan vonis, hakim menyebut terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan tanpa hak memiliki senjata api dan amunisi, menjatuhkan hukuman seumur hidup,” kata Ketua Majelis Hakim Budi Setyawan, SH.M.H yang juga Ketua PN Sampang serta didampingi hakim I Gde Perwata, SH, MH dan Afrizal, SH, M.H selaku hakim anggota, Selasa (2/4/2019)  sekitar 11.00 WIB.

Sementara melalui penasehat hukum terdakwa, Arman Syahputra, SH mengaku masih pikir-pikir selama 1 pekan.

“Kita punya waktu selama 7 hari, terdakwa masih pikir-pikir dengan pihak keluarganya, hal yang menjadi keberatan adalah eksepsi terdakwa tidak dipertimbangkan oleh hakim,” pungkas Arman.

Hal yang juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum Anton Zulkarnaen, yang juga masih pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim tersebut.

Sementara aksi dukungan terhadap korban Alm Subaidi dilakukan oleh tokoh masyarakat dan keluarga Almarhum dengan berorasi di depan PN Sampang sejak awal sidang. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya mereka meminta Majelis Hakim memutus dengan seadil-adilnya.

Diakhir orasi massa yang terlihat membawa replika celurit kemudian menyerahkannya kepada petugas Pengadilan Negeri Sampang sebagai apresiasi massa atas putusan majelis hakim. Setelah itu akhirnya massa membubarkan diri . (Hendra/nst)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 68 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432