||||||||| 1 OKTOBER : Hari Kesaktian Pancasila | 2 OKTOBER : Hari Batik Nasional | 5 OKTOBER : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) | 10 OKTOBER : Hari Kesehatan Jiwa | 15 OKTOBER : Hari Hak Asasi Binatang | 16 OKTOBER : Hari Parlemen Indonesia & Hari Pangan Sedunia | 22 OKTOBER : Hari Santri Nasional | 24 OKTOBER : Hari Dokter Nasional & Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) | 27 OKTOBER : Hari Listrik Nasional | 28 OKTOBER : Hari Sumpah Pemuda | 30 OKTOBER : Hari Keuangan |||||||||     

RADIO KARIMATA, SUMENEP - Gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Timur dan wilayah Bali pada Kamis (11/10/18) sekitar pukul 01.44 WIB. Episenter gempa yang berkekuatan 6,4 Scala Richter (SR) terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 KM arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 KM.

Rahman, Kalaksa BPBD Kabupaten Sumenep, menginformasikan akibat gempa tersebut hingga pagi ini terdata sebanyak 25 rumah rusak berat, sedang hingga, ringan.

“Sementara ada 3 korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut. 2 korban sudah teridentifikasi identitasnya sementara satu korban masih kami identifikasi,” ujarnya saat onair di DInamika Madura pagi ini.

Dua korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi adalah H. Nadar (60) dan Nuril Kamelia (7) yang tidak lain adalah cucu dari H. Nahdar. Keduanya warga Dusun Jambusok Desa Prambanan Kecamatan/Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Keduanya meninggal akibat tertimpa Tembok Rumah.

Selain evakuasi, pihaknya melakukan pertolongan kepada korban luka dan korban meninggal dunia serta melakukan pendataan.

“Rumah rusak bahkan korban luka itu menyebar di Sumenep, mas. Seperti di Kecamatan Bluto, Kalianget, dan yang terparah ada di Desa Gayam  Kepulauan Sapudi,” katanya.

Sementara, Suwardi, kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tretes Pasuruan, kepada Radio Karimata mengaku setiap kali terjadi gempa, pasti diikuti oleh gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil.

“Sampai pagi ini data kami sudah mencatat bahwa sudah terjadi 8x gempa susulan dengan magnitude 2,7 hingga 3,5 SR sehingga tidak terasa oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara saat ditanya terkait info rilis dari BMKG yang diterima sangat cepat setelah kejadian, dirinya mengaku merupakan tugas BMKG untuk merilis info gempa paling lambat 5 menit setelah kejadian.

“Tupoksi kami, ketika ada gempa dalam waktu 3 menit dan paling lambat 5 menit rilis info gempa itu harus segera kami upload. Karena kami memilki peta seismic yang juga setiap harinya bekerja,” imbuhnya.

Terjadinya gempa di wilayah Indonesia, menurutnya akibat adanya dorongan lempeng dunia yang mengarah ke Indonesia. Sementara wilayah Jawa Timur yang berpotensi adanya gempa dan diikuti tsunami berada di wilayah pesisir Jawa Timur. “Seperti di Malang, Blitar, Tulungagung, ataupun Banyuwangi. Karena di daerah itu ada lempeng Indo Austalia yang masuk ke Jawa,” ucapnya saat onair di Dinamika Madura Radio Karimata, Kamis (11/10/18) pagi.

Pihaknya juga menegaskan, gempa yang akan diikuti oleh tsunami merupakan gempa berkekuatan diatas 7 SR dan gempa yang berpusat di laut.

Pihaknya berhawap warga tetap tenang saat terjadinya gempa bumi. Pihaknya juga menyarankan saat goncangan selesai lebih baik warga keluar rumah dan mencari lapangan untuk menghindari adanya gempa susulan dan adanya pohon tumbang, atau rumah ambruk. (Inest/Hen)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 45 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432