||||||||||||| |1 MEI : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat & Hari Buruh Sedunia | 2 MEI : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) | 5 MEI : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) & Hari Bidan Nasional | 11 MEI : Hari POM - TNI | 16 MEI : Hari Wanadri | 17 MEI : Hari Buku Nasional | 19 MEI : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia | 20 MEI : Hari Kebangkitan Nasional & Hari Bakti Dokter Indonesia  | 21 MEI : Hari Peringatan Reformasi  | 23 MEI : Hari Penyu Sedunia  | 29 MEI : Hari Keluarga  | 31 MEI : Hari Tanpa Tembakau Sedunia  ||||||||||    

 

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - Jawa Timur ditetapkan sebagai wiliyah  berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri, oleh sebab itu pemerintah gencar melakukan vaksinasi atau imunisasi terhadap anak atau remaja pada usia satu sampai 19 tahun.

Ansarul Fahruda Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jawa Timur saat talkshow di Radio Karimata mengatakan, untuk kasus difteri di Jawa Timur terus meningkat. Pada bulan januari penderita penyakit difteri mencapai 240 orang. Jumlah tersebut merupakan terbanyak di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu agar wabah itu tidak bertambah kata Ansarul, maka harus dilakukan vaksinisasi atau imuniasi difetri kepada anak karena kalau dibiarkan akan mengakibatkan kematian.

“Ada tiga tahap vaksinasi difetri yang harus dilakukan, yaitu dibulan januari, juni dan terakhir septermber”, terangya”.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyrakat Jawa Timur terutma warga Pamekasan untuk tidak perlu kwatir dan takut terhadap program vaksin ini, karena hal itu merupakan upaya pencegahan penyakit sejak dini.    

Sementara dalam kesempatan yang sama dr.Domikus Husada,  dokter specialis anak Dinkes Jatim  mengatakan, imunisasi itu perlu dilakukan oleh semua orang, bahkan tidak  mengenal usia, karena hal merupakan upaya pencegahan agar tidak mudah sakit dan tertular penyakit.

Ia menambahkan, sebelum ditemukan pencegahan atau dilkukan vaksin  terhadap penyakit difteri banyak yang meninggal, namun ketika dilakukan vaksin maka sangat sedikit yang meninggal dunia. Bahkan ia mencontohkan yang terjadi pada presiden pertama Amerika Srikat yang meninggal karena difteri.

“Yang perlu diketahui, vaksin tidak hanya di Indonesia melain seluruh Negara dunia melakukan hal yang sama, dan rata – rata semua berhasil karena semua mau divaksin” jelasnya saat on air.

Menanggapi adanya dampak panas dan semacamya setelah dilakukan vaksin. Ia menyebut hal itu merupakan reaksi obat dan lumrah terjadi dan tidak membahayakan namun orang tua harus bisa memantau perkembanganya.

Ia juga menegaskan, bahwa sumber penyakit terbesar terjadi pada anak – anak, makanya menurut dokter Domi anak sejak dini harus dikebalkan melalui imuniasi.

 

Ismail Bey Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan menghimbau kepada masyrakat agar tidak perlu takut, karena ini program yang menyalamatkan nyawa generasi bangsa bukan menyelakakan.

Terkait  kejadian yang terjadi di  Pondok Pesantren Al – Falah, Desa Sumber Gayam, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Ismail Bey Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pamekasan secara langsung meminta maaf kepada seluruh wali santri, dan pengasuh Pondok Pesantren.

Menurutnya, kejadian itu terjadi akibat banyaknya santri yang saat itu dalam kondisi yang kurang fit. Sehingga puluhan santri itu jatuh sakit.(sukri/nes)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 63 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432