||||||||||||| | 22 JULI : Hari Kejaksaan | 23 JULI : Hari Anak Nasional  & Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) | 29 JULI : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara | 31 JULI : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati  |||||||||||     

RADIO KARIMATA, SURABAYA – Terkait kasus penganiayaan guru oleh siswanya di SMAN Torjun 1 Sampang, Madura, Kombes. Pol. Frans Barung Mangera, S.I.K, Kabid Humas Polda Jatim akhirnya angkat bicara. Saat on air di Radio Karimata, pihaknya berjanji akan melakukan penegakan hukum sesuai dengan apa yang di perbuat oleh pelaku penganiayaan.

Meskipun pelaku masih di bawah umur, pihaknya akan menerapkan Undang Undang Perlindungan Anak. Pihaknya mengaku sudah mendapat beberapa data dan laporan setelah olah TKP pada Jum'at (02/02/18) pagi secara bertahap sejak mata pelajaran kesenian, hingga korban dinyatakan meninggal dunia.

“Kepada seluruh masyarakat Madura, Polda Jatim akan melaksanakan penegakan dengan proporsional mungkin. Dipastikan yang bersangkutan akan dilakukan penahanan dalam menerapkan hukum pada pasal penganiayaan,”Jelas Frans Barung saat On Air di Dinamika Madura Radio Karimatafm, Jumat (02/2/2018) malam.

Kombes Frans menegaskan, pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan secara bertahap, serta kronologis mulai sebelum pemukulan hingga saat pelajaran seni lukis, kemudian teguran dari almarhum kepada pelaku.

“Bahkan kita data semua hingga korban dirujuk ke rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya tetap akan dimasukkan dan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” tegasnya.

Lebih lanjut Kombes Frans menjelaskan, pihaknya mendata dan menyimak setiap keterangan dan hasil olah TKP, karena selain kasus yang melibatkan anak-anak, kasus tersebut sudah menjadi perhatian Nasional.

“Kasus ini menghilangkan nyawa org lain, kita akan menerapkan undang-undang Perlindungan Anak. Polres Sampang sudah merekonstruksi pasal sesuai dengan apa yang terjadi. Perintah penahanan dari Polres membuktikan bawah tidak main main menangani kasus ini,” terangnya.

Selanjutnya Kabid  Humas yang dilantik 14  November 2016 tersebut , berharap kepada pendegar radio Karimata agar percayakan proses hukum tersebut kepada kepolisian. Ia menyadari kasus tersebut sangat rentan terjadi pergesekan di masyarakat khsusnya di Madura.

“Percayakan pada penegak hukum, karena penegakan hukum akan berlandaskan kaidah hukum terkait kasus tersebut. Jangan mengambil tindakan di luar koridor hukum, bahkan tadi Kapolres, Dandim juga sudah melakukan determinasi datang ke rumah korban juga,” Paparnya.

Ditanya kemungkinan Rehabilitasi terhadap tersangka, Kabid Humas Polda Jatim tersebut tidak berkomentar banyak. Dirinya menyatakan pentingnya penegakan hukum.

“Saya tidak melihat statement  soal itu (rehabilitasi) yang jelas kasus tersebut  masuk ranah hukum, yang kita mau kita fokus di ranah hukum dan penegakannya saja,” Pungkasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya Almarhum  Achmad Budi Cahyanto (Sebelumnya disebut Cahyono) adalah seorang guru GTT (Guru Tidak Tetap) di mata pelajaran Kesenian di SMA N 1 Torjun, Sampang Madura, harus meregang nyawa setelah dianiaya oleh muridnya, inisial MH (16) saat pelajaran kesenian berlangsung, Kamis (01/02/18) siang.

Sempat dirawat di RS Sampang meski akhirnya dirujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya dan kondisi terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 21.40 Wib

Sebelumnya Jajaran Polres Sampang sulit dimintai keterangan, bahkan Kasat Reskrim menyatakan sedang rapat, namun membenarkan terjadinya penganiayaan tersebut.

Komentar miring ramai disampaikan warga kepada terduga inisial MH yang diamankan di Mapolres. Seperti disampaikan Muhalli warga ini berharap ada penegakan hukum yang tegas.

“Harus dihukum dengan tegas biar tobat mas, malah kalau dilihat di medsos bocah tersebut selalu bergaya seperti pesilat berpose terlihat arogansi,”Katanya. (Hendra/nst)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 41 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432