||||||||||||| |6 APRIL : Hari Nelayan Nasional | 7 APRIL : Hari Kesehatan Internasional | 9 APRIL : Hari Penerbangan Nasional & Hari TNI Angkatan Udara | 12 APRIL : Hari Bawa Bekal Nasional | 16 APRIL : Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) | 17 APRIL : Hari Hemophilia Sedunia | 18 APRIL : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika | 19 APRIL : Hari Pertahanan Sipil (Hansip)  | 20 APRIL : Hari Konsumen Nasional  ||||||||||    

RADIO KARIMATA, SAMPANG – Dunia Pendidikan kembali tercoreng, setelah ramai kasus asusila yang korbannya menimpa siswa, kini kasus penganiayaan oleh siswa terhadap guru hingga meninggal dunia, Kamis (1/02/2018) malam.

Ahmad Budi Cahyono, seorang Guru yang berstatus Guru Tidak Tetap (GTT/Honorer)  di Mata Pelajaran Seni Rupa di SMA N 1 Torjun asal Desa Jrengik Kec. Jrengik Kabupaten Sampang, Madura meninggal dunia setelah dilarikan ke Rumah Sakit Dr.Soetomo Kamis sore.

Rifki salah satu siswa mengatakan, pelajar inisial  MH (16) siswa Kelas XI SMAN 1 Torjun, asal Dusun  Brekas Desa Torjun Kec. Torjun Kabupaten Sampang sering mengganggu siswa  dan saat itu tertidur di kelas dan didatangi oleh korban Achmad Budi Cahyono dan membangunkan siswa dengan mencoret pipinya dengan bolpen. Siswa yang sering mendapat catatan khusus dari Guru BK ini langsung mencekik dan memukul korban.

Hal berbeda disampaikan Pak Amat Kepala Sekolah SMAN Torjun Sampang kepada petugas Polres Sampang. Menurut Amat, sekitar pukul 13.00 WIB pada saat sesi jam terakhir , Guru Budi sedang mengajar Mata Pelajaran Seni Rupa di kelas IX materi seni lukis, saat jam pelajaran, siswa MH yang tercatat nakal dan sering masuk ruang BK (Bagian Konseling) ini tidak mendengarkan pelajaran.

Saat Korban menegur siswa tersebut justru tidak dihiraukan, malah semakin mengganggu teman-temannya. Akirnya Korban Budi mencoret  pipi Holili dengan cat lukis.

“Siswa ini tidak terima saat ditegur korban langsung memukul  Pak Budi  kemudian dilerai oleh siswa saat di ruang guru mereka menjelaskan duduk perkaranya, dan setelah kejadian tersebut  Pak Budi saya persilahkan pulang duluan, dan tidak ada luka saat itu,” terang Pak Amat Kepsek kepada petugas Intelkam Polres Sampang.

Menurut keterangan salah satu kerabat Achmad Budi Cahyono, saat korban tiba di rumahnya  mengeluh sakit pada lehernya dan tertidur namun tidak ada respon saat dibangunkan , diduga koma, sehingga langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Sampang Jufri Riady menjelaskan, pasca di Rumah Sakit sejumlah guru dan kerabat mendampingi korban dan pihak medis menjelaskan korban sangat kritis dan didiagnosa mengalami MBA (Mati Batang Otak) dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi, dan tepat Pukul 21.40 WIB korban Achmad Budi cahyono sudah meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo

Sementara Polres Sampang langsung mengamankan siswa tersangka pemukulan tersebut di rumah orangtuanya yang tercatat sebagai Kepala Pasar di Dusun  Brekas Desa Torjun Kec. Torjun Sampang, Madura.

Siswa terduga pelaku penganiayaan yang masih tergolong dibawah umur akan dilakukan penanganan khusus sesuai UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak .

Mengetahui korban meninggal dunia,  sang Istri yang sedang hamil 4 bulan mengalami juga shock dan stress hingga akhirnya bayinya dikabarkan keguguran. Kasus tersebut mendapat sorotan sejumlah pihak termasuk kalangan pendidikan di Madura.

“Ini bukan hanya jadi pelajaran mahal bagi sekolah dan Dinas Pendidikan tapi semua pihak termasuk keluarga dan orangtua, karena tugas mendidik bukan hanya sekolah tapi keluarga dalam pembentukan karakter siswa,”Ujar Razak Bahman Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan saat  On Air di Dinamika Madura Radio  Karimata, Jumat (02/02/2018) Pagi. (Hendra/nst)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 22 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432