||||||||||||| | 14 FEBRUARI : Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA) | 20 FEBRUARI : Hari Pekerja Indonesia | 22 FEBRUARI : Hari Istiqlal | 28 FEBRUARI : Hari Gizi Nasional Indonesia  ||||||||||    

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN -  Sejumlah warga di sebagian dunia termasuk di Indonesia menikmati fenomena alam Gerhana Bulan Total, Rabu (31/01/2018) Malam . Di Madura sendiri, warga menikmati fenomena tersebut dengan berbagai cara.

“Kami sudah menyiapkan persiapan sholat khusuf mas, sehingga rekan takmir sejak sore sudah siap-siap berdasar himbauan dari ketua Takmir,” Ujar Arif salah satu Takmir Masjid Asy Syuhada Pamekasan, Rabu (31/01/2018) Malam.

Hal senada disampaikan Syaifullah warga  Desa Taraban Kecamatan Larangan Pamekasan yang ditemui reporter Karimata Fm.

“Setiap gerhana selalu disiarkan di surau, musholla  dan Masjid desa, tentu kami terutama anak-anak kami ajak sekalian belajar sholat sunnah Khusuf atau gerhana bulan,” Katanya.

Sementara komunitas fotografi, Madura Photo Club (MPC) di Pamekasan juga menggelar hunting atau pemotretan gerhana bulan sebagai momentum yang khusus.

“Kami persiapan jam 17.00 WIB , karena target spot di pantai Talang Siring, kami shalat di Masjid sebelum lokasi, karena sebenarnya agak ragu juga sih sebab cuaca masih mendung tadi sore,” Tutur Edisut sekretaris MPC.

Nasib baik berpihak kepada masyarakat Pamekasan karena sekitar 18.30 langit kembali cerah dan pergerakan gerhana bulan mulai nampak.

“Alhamdulillah kami menyaksikan fenomena ini, karena selain mengabadikan kami anggap ini mengaji cara kami, membaca ayat Allah Swt yang terlihat nyata semoga bagi penikmat foto akan semakin bersyukur kita diberi kesempatan melihat yang bisa jadi 1,5 Abad,” pungkasnya sambil tersenyum.

Sebelumnya BMKG Jawa Timur memprediksi cuaca mendung dan hujan, namun di Pamekasan kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pada fase purnama sekitar pukul 19.50 WIB, gerhana bulan total berada pada fase puncak dan bulan berubah warna menjadi merah.

Gerhana ini lazim disebut  Gerhana Bulan Super Blue Blood Moon karena terjadi ketika bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi di masa purnama. Hal ini menyebabkan ukuran bulan purnama terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya.

Supermoon pada 31 Januari 2018 malam juga merupakan bulan purnama yang kedua kalinya di bulan ini, biasanya, setiap bulan kalender hanya memiliki satu bulan purnama. Bulan super itu akan berwarna kemerahan seperti tembaga sehingga disebut blood moon.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mencatat fenomena ini baru terulang dalam kurun waktu 150 tahun. Jadwal Gerhana Bulan super blue blood moon di Wilayah Indonesia Barat (WIB) adalah:

Gerhana bulan sebagian: mulai pukul 18:48 WIB.

Mulai gerhana bulan total: pukul 19:51 WIB.

Akhir gerhana total: pukul 21:07 WIB

Akhir gerhana sebagian: pukul 22:11 WIB.

Sementara terlihat dan terdengar di beberapa masjid, Musholla di Pamekasan menggelar sholat Khusuf atau gerhana bulan, sambil menyaksikan keindahan gerhana bulan di plataran Masjid. (Hendra)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 34 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432